5 PENYAKIT BIBIT LELE YANG HARUS DIKETAHUI PEMBUDIDAYA

 

5 PENYAKIT BIBIT LELE YANG HARUS DIKETAHUI PEMBUDIDAYA

 

Bibit Lele penyakit bintik putih

 

Untuk mencegah kerugian akibat tingginya tingkat kematian bibit lele, pembudidaya wajib untuk memahami penyakit-penyakit yang biasa menyerang bibit lele. Berikut ini 4 jenis penyakit yang biasa menyerang bibit lele.

 

  1. Bintik Putih

Penyebab penyakit bintik putih adalah ichthyophthirius multifiliis yang diakibatkan dari buruknya sanitasi kolam.

Penyakit ini dicirikan dengan munculnya bintik-bintik putih pada insang dan seluruh permukaan kulit bibit lele. Jika dibiarkan insang bibit lele akan rusak dan menyebabkan kematian.

Cara penanganan terhadap penyakit ini dengan cara :

  • Perbaiki sanitasi kolam
  • Taburi kolam dengan garam dapur, dengan takaran 30 gram/liter air
  • Berikan malachyte green dengan takaran 0,1 gram / m2 setiap 2 hari sekali, sampai bibit lele sembuh

 

  1. Cacingan

Penyebab penyakit cacingan adalah akibat adanya serangan dari cacing dactylogyrus atau gyrodactylus. Hal ini sering disebabkan karena kepadatan tebar bibit lele yang terlalu tinggi atau perubahan lingkungan yang ekstreem.

Serangan cacing pada bibit lele dicirikan dengan terlihatnya kulit bibit lele yang berlendir. Bibit lele sering terlihat berenang di permukaan air dan nafsu makan berkurang.

Cara penanganan terhadap serangan cacing adalah dengan cara        :

  • Mengganti air dalam jumlah besar, minimal 50 % volume air kolam
  • Taburi kolam dengan garam dapur, dengan takaran 30 gram/liter air
  • Rendam bibit lele ke dalam larutan PK konsentrasi 0,01% selama 30 menit

 

  1. Borok

Penyebab penyakit borok adalah serangan aeromonas dan pseudomonas yang menyerang organ dalam bibit lele, seperti hati, limpa serta daging.

Penyakit ini dicirikan dengan munculnya borok di seluruh permukaan kulit bibit lele, yang pada akhirnya dapat mengeluarkan nanah

Cara penanganan terhadap serangan borok adalah dengan cara :

  • Karantina bibit lele yang sakit
  • Berikan antibiotic dicampurkan pada pakan dengan takaran 1 mg/kg pakan
  • Taburi air kolam dengan garam dapur dengan takaran 30 gram/liter air
  • Masukkan daun papaya ke dalam kolam, lebih baik yang sudah diremas terlebih dahulu

 

  1. Jamur

 Penyebab penyakit ini adalah serangan jamur saprolegnia dan achyla. Jamur ini menyerang bibit lele yang sedang terluka atau dalam kondisi lemah.

Penyakit ini dicirikan dengan adanya serabut putih di sekitar luka

Cara penanganan terhadap serangan jamur adalah dengan cara :

  • Kepadatan tebar dikurangi dan
  • Taburi air kolam dengan garam dapur
  • Rendam bibit lele yang sakit ke dalam larutan air PK 1 gram dengan takaran 100 liter air selama 30 menit.
  • Obati bibit lele yang terserang dengan menggunakan Furazolin

 

  1. Tricodyna

Penyebab penyakit trycodyna adalah akibat serangan protozoa.

Penyakit ini dicirikan dengan bibit lele yang berenang berputar-putar di permukaan kolam

Cara penanganan terhadap serangan jamur adalah dengan cara          :

  • Taburi kolam dengan garam dapur, dengan takaran 30 gram/liter air
  • Merendam bibit lele yang sakit ke dalam larutan formalin dengan konsentrasi 15 – 20 ppm

Demikian 4 penyakit yang biasa menyerang pada bibit lele yang menggantung, semoga bermanfaat.

*****

 


Untuk mendapatkan bibit lele berkualitas hubungi :

081392207878

Kata terkait : lele, bibit lele, cara ternak lele, ternak bibit lele, penyakit bibit lele, bibit lele sangkuriang


 

Profil Lele Sangkuriang Varian 2

 

 

Profil Lele Sangkuriang Varian 2

 

Lele Sangkuriang sekarang ini menjadi primadona pembudidaya lele. Sederet keunggulan mulai dari jangka waktu panen yang singkat, daya tahan yang tinggi terhadap penyakit, produktivitas yang tinggi, dan seterusnya, membuat bibit lele sangkuriang demikian diminati. Berikut ini mari kita bahas sedikit profil dari Bibit Lele Sangkuriang. 

bibit lele Profil Bibit Lele sangkuriang 2

Lele Sangkuriang

Asal Usul Lele Sangkuriang

Pemerintah melalui Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi pada tahun 2004 menghasilkan sebuah lele dengan varian baru. Lele varian baru ini dihasilkan melalui metode silang balik (back cross) dengan mengawinkan indukan betina F2 lele dumbo, dengan indukan jantan F6 lele dumbo. Lele varian baru hasil kawin silang balik inilah yang disebut lele sangkuriang varian 1.

Kemudian dalam prosesnya, produktivitas lele sangkuriang varian 1 ini mengalami kemerosotan produktivitas akibat perkawinan inbreeding atau sedarah yang terjadi di kalangan peternak. Menyikapi hal tersebut, BBPBAT kemudian melakukan penelitian lagi untuk menghasilkan bibit unggul yang baru. Upaya menghasilkan bibit unggul baru ini dilakukan dengan cara menyilangkan indukan jantan lele afrika F1 populasi Thailand dengan indukan betina F2 sangkuriang varian 1. Hasil dari penyilangan ini yang kemudian disebut Lele Sangkuriang varian 2.

Indukan jantan strain Afrika dipilih karena mempunyai sifat ukuran yang besar hingga dapat mencapai 7 kilogram.  Harapannya sifat indukan yang mempunyai perfoma badan besar dan pertumbuhan yang relatif cepat dapat menurun sifatnya pada anakannya dan memperbaiki genetika bibit lele yang akan dihasilkan.

Lele sangkuriang varian 2 secara genetik lebih unggul. Kecepatan pertumbuhan lele sangkuriang varian 2, 10% lebih tinggi dari varian 1 sehingga untuk mencapai ukuran konsumsi hanya dalam waktu 2,5 bulan. Tapi lele sangkuriang 2 merupakan generasi hibrida yang tidak dijadikan indukan tetapi hanya sebagai bibit unggul saja. Jika ingin memproduksi benih sangkuriang 2, peternak harus mengawinkan induk lele afrika populasi Thailand dan sangkuriang 1.

bibit lele profil bibit lele sangkuriang 2

Indukan Lele Sangkuriang

Perfoma yang lebih baik

Dari hasil uji coba di  beberapa kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di Bogor (Jabar), Kepanjen (Jatim), Gunung Kidul (DI Yogyakarta) dan Boyolali (Jateng), menunjukan hasil positif. Lele Sangkuriang varian 2 memiliki pertumbuhan yang lebih cepat bila dibandingkan ikan lele strain lain yang telah ada sebelumnya. Masa panen sampai ukuran konsumsi Lele Sangkuriang varian 1 mencapai 3 bulan, sedangkan Lele Sangkuriang varian 2 hanya membutuhkan waktu 2,5 bulan.

Lele Sangkuriang varian 2 yang memiliki karakter kecepatan pertumbuhan yang tinggi ternyata justru memiliki rasio konversi pakan yang lebih baik dibanding jenis sebelumnya yaitu 0,85. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging lele hanya dibutuhkan 0,85 kg pakan. Kemudian tingkat harapan hidupnya 90,8%, fekunditasnya 97.192 butir telur per kg bobot induk, dan memiliki tingkat keseragaman ukuran 90 %. Dengan sederet keunggulan dari lele sangkuriang varian 2 ini, pembudidaya berpotensi mendapatkan efisiensi mencapai 60 % jika dibandingkan membudidayakan varietas lain.

Demikian sedikit profil dari Lele Sangkuriang varian 2, semoga bermanfaat untuk anda.

 

 

Untuk mendapatkan bibit lele berkualitas silahkan hubungi kami :

081392207878

Kata terkait : lele, ikan lele, bibit lele, cara ternak lele, cara budidaya ikan lele, ternak ikan lele, kolam terpal, cara ternak ikan lele, ternak lele kolam terpal, budidaya lele kolam terpal, harga bibit lele, budidaya lele, jual bibit lele, harga bibit lele 2016, lele sangkuriang, bibit lele sangkuriang, budidaya lele sangkuriang

7 Alasan Membudidayakan Bibit Lele Sangkuriang

 

 

7 Alasan Membudidayakan Bibit Lele Sangkuriang

 

Bibit lele Sangkuriang sekarang ini sedang menjadi pilihan utama para pengusaha budidaya ikan karena mempunyai banyak keunggulan. Mulai dari adaptif terhadap lingkungan yang kurang ideal, masa produksi yang relatif pendek sekitar 2 bulan, relatif tahan penyakit, produktivitas yang tinggi, dan seterusnya.

Berikut ini beberapa keunggulan bibit lele Sangkuriang

Bibit Lele 7 alasan memilih bibit lele sangkuriang

Lele Sangkuriang

  1. Masa Panen Lele Yang Cepat

Lele sangkuriang mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat, baik di masa pembenihan maupun di masa pembesaran. Pada masa pembenihan, dari ukuran 2 – 3 cm bibit lele sangkuriang hanya membutuhkan waktu 20 sampai dengan 25 hari untuk mencapai ukuran 5 – 6 cm. Sedangkan lele dumbo untuk mencapai pertumbuhan dengan ukuran yang sama membutuhkan waktu 30 sampai dengan 40 hari. Pada masa pembesaran dari ukuran 5 – 6 cm, Bibit Lele Sangkuriang hanya membutuhkan waktu 50 sampai dengan 60 hari untuk mencapai ukuran konsumsi, pada kondisi suhu 25 sampai dengan 28oC. Sedangkan lele dumbo membutukan waktu 3 sampai 4 bulan untuk mencapai ukuran yang sama.

  1. Fekunditas Tinggi Dan Dapat Dipijahkan Sepanjang Tahun

Lele sangkuriang mempunyai keunggulan dapat dipijahkan sepanjang tahun dengan fekunditas (jumlah butir /kg induk) 40.000 sampai dengan 60.000 butir. Jumlah ini 2 kali lipat dibanding jenis lele dumbo. Daya tetas lele sangkuriang cukup tinggi yaitu 90%. Hal ini berarti bahwa indukan lele sangkuriang lebih menguntungkan dalam industri pembibitan lele.

  1. Keseragaman Pertumbuhan Benih

Keunggulan lainnya adalah keseragaman pertumbuhan  benih di atas 90%. Artinya lebih dari 90 % dari jumlah total bibit lele tumbuh dalam ukuran yang relatif seragam. Keseragaman ukuran ini penting karena mengurangi kanibalisme. Yang berarti tingkat pemeliharaan relatif mudah karena tidak perlu terlalu sering melakukan sortasi.

  1. Lele Sangkuriang Mempunyai Daya Tahan Yang Tinggi Terhadap Penyakit

Dibandingkan lele dumbo, lele sangkuriang memiliki daya tahan terhadap penyakit yang lebih baik. Namun bukan berarti kemudian perawatan lele bisa menjadi sembarangan. Pemeliharaan kualitas air yang baik seperti pH, suhu, oksigen terlarut, kadar amoniak, salinitas dan sebagainya adalah salah satu kunci kesehatan lele.

  1. Kemampuan Konversi Pakan Yang Baik

Lele Sangkuriang mempunyai konversi pakan 0,8 sampai dengan 1, yang berarti setiap 1 kwintal pakan akan dapat menghasilkan 1 kwintal sampai dengan 1,25 kwintal daging lele.  Sedangkan pada lele dumbo 1 kwintal pakan hanya mampu menghasilkan 0,7 sampai dengan 0,8 kwintal. Kemampuan konversi pakan yang tinggi akan meningkatkan efisiensi biaya produksi budidaya lele, yang berarti budidaya lele sangkuriang lebih menguntungkan.

bibit lele 7 alasan memilih lele sangkuriang

Lele Sangkuriang, adaptif terhadap kondisi yang kurang ideal

  1. Adaptif Terhadap Lingkungan Yang Kurang Ideal

Lele sangkuriang dapat hidup dalam lingkungan yang kurang ideal. Kemampuan ini berarti bahwa lele sangkuriang dapat dibudidayakan dengan kepadatan yang tinggi. Meskipun kepadatan tebar lele ini nantinya akan tergantung kepada sistem budidaya yang dipakai (dengan sirkulasi, tanpa sirkulasi, bioflok, kedalaman air dst) serta kemampuan dan tingkat pengalaman pembudidaya.

  1. Kualitas Daging Yang baik

Lele Sangkuriang memiliki daging dengan kualitas yang baik. Kualitas yang baik ini dalam arti rasa yang gurih, renyah dengan tekstur daging yang agak padat dan tidak berbau lumpur. Daging lele sangkuriang juga memiliki kandungan lemak yang rendah dan memiliki kandungan omega3 yang baik untuk pertumbuhan otak.

Demikian 7 keunggulan lele sangkuriang, semoga dapat menjadi pertimbangan anda.

 

 

Untuk mendapatkan bibit lele berkualitas silahkan hubungi kami :

081392207878

Kata terkait : lele, ikan lele, bibit lele, cara ternak lele, cara budidaya ikan lele, ternak ikan lele, kolam terpal, cara ternak ikan lele, ternak lele kolam terpal, budidaya lele kolam terpal, harga bibit lele, budidaya lele, jual bibit lele, harga bibit lele 2016, lele sangkuriang, bibit lele sangkuriang, budidaya lele sangkuriang

Penyebab Bibit Lele Menggantung

 

 

Penyebab Bibit Lele Menggantung

 

Salah satu jenis penyakit yang banyak ditemui pembudidaya bibit lele maupun pembesaran adalah kondisi ikan lele yang menggantung atau berdiri atau hormat. Kondisi seperti ini cukup mengkhawatirkan bagi pembudidaya karena bersifat massal dan jika dibiarkan akan menyebabkan kematian.

Penyebab dari bibit lele atau ikan lele yang menggantung ada 2 kemungkinan. Faktor penyebab yang pertama adalah penyakit dan faktor penyebab yang kedua adalah kualitas air. Cara mudah untuk mengetahui penyebab bibit lele menggantung apakah disebabkan penyakit atau karena kualitas air adalah dengan cara memberikan pakan. Jika bibit lele masih mau memakan meskipun terlihat tidak bernafsu, maka dapat disimpulkan faktor penyebabnya adalah kualitas air yang tidak baik. Namun jika bibit lele tidak mau memakan sama sekali, dapat disimpulkan faktor penyebabnya adalah penyakit.

bibit lele menggantung

bibit lele menggantung

Kita perlu mengetahui juga hal-hal yang menyebabkan kualitas air tidak baik. Ada 3 indikator utama untuk menilai kualitas dari air yang menjadi tempat hidup bibit lele.

  1. Oksigen Terlarut

Meskipun hidup di dalam air, bibit lele tetap bernafas menggunakan insangnya. Pernafasan tersebut memerlukan oksigen yang terlarut di dalam air. Bibit lele memerlukan Oksigen terlarut. Pemberian pakan yang berlebihan akan menyebabkan banyaknya sisa makanan yang kemudian akan mengendap di dasar kolam. Endapan sisa makanan kemudian berubah menjadi amoniak yang akan mengurangi oksigen terlarut di dalam air. Ciri tingginya amoniak dan rendahnya oksigen terlarut adalah adanya bau yang cukuk spedp tid dari air kolam. Ciri yang lain adalah bibit lele sering naik dipermukaan atau justru lebih banyak berada di permukaan air kolam. Di sini pentingnya pemberian pakan secara terukur, dengan intensitas yang banyak dan volume secukupnya sehingga tidak banyak pakan yang tidak termakan. Penggunaan aerator disarankan untuk membantu meningkatkan oksigen terlarut.

  1. PH

pH air yang terlalu tinggi atau rendah tidak baik bagi bibit lele. pH air yang kurang dari 7 adalah  bersifat asam sedangkan pH air yang lebih dari 7 bersifat basa. pH air yang baik untuk bibit lele adalah di kisaran 6,5 – 9. Curah hujan yang tinggi cenderung menyebabkan pH yang tinggi atau bersifat asam. Ketika pH sudah terlalu asam atau terlalu basa maka perlu dilakukan penggantian air  untuk mengembalikan kondisi air dengan pH yang netral.

  1. Suhu

Lele memerlukan suhu yang stabil dengan suhu optimal di kisaran antara 25o-28o C. Untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26o -30o C dan untuk pemijahan 24o -28o C. Fluktuasi atau perubahan suhu yang ekstreem dari suhu yang panas di siang hari menjadi suhu yang dingin di malam hari terutama di musim kemarau, akan menyebabkan bibit lele menjadi terganggu kesehatannya. Kolam terpal atau semen cenderung lebih stabil suhunya dibandingkan dengan air di kolam tanah. Kolam yang dinding dan atapnya tertutup dengan plastic UV dan paranet cenderung relatif stabil suhunya. Bahkan sebagian pembudidaya samapai menggunakan heater listrik untuk menjaga suhu air kolam agar tidak terjadi fluktuasi suhu yang berlebihan.

Bagaimana jika bibit lele kita mengalami kondisi menggantung?

Berikut ini beberapa cara yang perlu anda coba jika mengalami hal di atas :

  1. Bersihkan dasar kolam dari sisa pakan dan ikan yang mati
  2. Ganti sebagian air kolam budidaya lele dengan air baru, untuk mengembalikan kualitas air
  3. Taburkan garam ke dalam air kolam dengan takaran 1 kg / m3 air
  4. Masukkan bahan alami seperti daun pepaya, mengkudu
  5. Puasakan ikan 1 hari

Demikian cara-cara mengobati benih lele yang menggantung, semoga bermanfaat.

 

 

Untuk informasi pemesanan bibit lele silahkan kontak

081392207878

Kata terkait : lele, ikan lele, bibit lele, cara ternak lele, cara budidaya ikan lele, ternak ikan lele, kolam terpal, cara ternak ikan lele, ternak lele kolam terpal, budidaya lele kolam terpal, harga bibit lele, budidaya lele, jual bibit lele, harga bibit lele 2016, lele sangkuriang, bibit lele sangkuriang, budidaya lele sangkuriang

7 Cara Mengenali Bibit Lele Yang Baik

 

 

7 Cara Mengenali Bibit Lele Yang Baik

 

Ciri bibit lele yang baik sangat perlu untuk diketahui oleh setiap petani ikan. Kualitas bibit lele sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dalam usaha budidaya lele. Faktor bibit lele adalah faktor produksi terpenting selain kualitas air, pakan dan kesehatan. Semakin baik kualitas bibit lele maka semakin kecil resiko kerugian yang akan ditanggung. Resiko kerugian tersebut meliputi resiko kematian yang tinggi, atau dapat juga resiko kerugian akibat pertumbuhan lele yang tidak optimal.

Berikut ini beberapa indikator dari bibit lele yang baik, yang mudah untuk dilihat secara cepat dan kasat mata.

 

Bibit Lele Cara Mengenali Bibit Lele Yang Baik

Bibit Lele Cara Mengenali Bibit Lele Yang Baik

Pergerakan bibit lele aktif

Pergerakan bibit lele aktif yang dimaksud di sini adalah gerakan berenang yang aktif, gesit, lincah dan sangat responsive dengan pergerakan benda. Bibit lele yang aktif juga dicirikan dengan mampu bergerak melawan arus yang lembut. Sebaliknya, ikan yang memiliki gerakan malas atau lamban, bergerombol dan menggantung di tepi kolam menunjukkan jika ada sebuah masalah pada kesehatan maupun fisiknya.

Kulit bibit ikan lele tampak cerah dan mengkilap

Jangan membeli bibit lele yang lecet-lecet dan berwarna pucat. Semakin banyak lecet dan pucat pada permukaan tubuh maka semakin tinggi resiko kematian. Belilah bibit lele yang memiliki kulit mulus dan berwarna mengkilap.

Kelengkapan tubuh yang baik

Belilah bibit lele yang memiliki kelengkapan tubuh sempurna. Kelengkapan badan bibit lele meliputi sirip bawah 2 pasang (bagian leher dan tengah badan), sirip punggung sepanjang badan, sungut yang lengkap (4 pasang). Jangan membeli benih yang cacat atau ada bagian dari tubuh tidak sempurna karena ini menandakan kondisi yang tidak normal dari bibit lele, bisa dari sisi genetis ataupun juga dari sisi kesehatan.

Bentuk tubuh proporsional

Bentuk tubuh proporsional dalam arti perbandingan antara ukuran kepala dan badan seimbang. Bibit yang hanya besar kepalanya, menunjukkan tanda bibit yang tidak baik.

Nafsu makan bagus

Lele yang tidak mau atau malas makan terindikasi sedang mengalami masalah. Ada kemungkinan stress atau terjangkit penyakit. Ikan yang stress atau terjangkit penyakit memiliki tingkat resiko kematian yang tinggi. Nafsu makan yang rendah juga berarti pertumbuhan bibit lele yang lambat karena asupan gizi yang kurang.

Berasal Dari Indukan Yang Baik

Indukan yang baik akan menghasilkan bibit lele yang berkualitas. Faktor genetika sangat berpengaruh besar dalam kecepatan pertumbuhan dan kemampuan daya tahan terhadap penyakit bibit lele. Indukan sebaiknya memiliki sertifikat dan berasal dari institusi yang berkompeten. Wajib bagi kita utk mengetahui jenis dan  kualitas indukan bibit lele yang  akan budidayakan. Bahkan bagi pembibit yang baik biasanya indukan masih dilakukan seleksi lagi untuk melihat nafsu makan, tingkat pertumbuhan, ketahanan penyakit, dan seterusnya, karena sifat ini yang nantinya akan diturunkan pada bibit lele.

Bibit Lele 7 Cara Mengenali Bibit Lele Yang Baik

Bibit Lele 7 Cara Mengenali Bibit Lele Yang Baik

Berasal dari Pembudidayaan Bibit Yang baik

Tempat pembudidayaan bibit lele yang baik akan menerapkan perlakuan yang baik terhadap indukan dan bibit lele. Cara perlakuan ini akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kualitas bibit lele yang dihasilkan. Mengetahui track record perfoma bibit lele yang pernah dihasilkan dari tempat pembibitan sangat penting. Sebaiknya bibit lele dibeli di tempat-tempat yg dapat dipercaya dan sudah terjamin kredibilitasnya sebagai pembudidaya ikan lele dan memiliki sertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik).

Demikian 7 cara mengenali bibit lele yang baik, semoga bermanfaat.

 

 

Untuk informasi pemesanan bibit lele silahkan kontak

081392207878

Kata terkait : lele, ikan lele, bibit lele, cara ternak lele, cara budidaya ikan lele, ternak ikan lele, kolam terpal, cara ternak ikan lele, ternak lele kolam terpal, budidaya lele kolam terpal, harga bibit lele, budidaya lele, jual bibit lele, harga bibit lele 2016, lele sangkuriang, bibit lele sangkuriang, budidaya lele sangkuriang